Kamis, 28 Agustus 2008

hai.... cu egen di next post yang intinya gw maw curhat tentang bini gw ayang menuntut gw sebuah perubahan sikap dari bocah ke anak kencur.... halah.... mulai dech.... dari bocah ke dewasa... wach susah dech.. gw yang dari kecil kata bokap bakat jadi pelawak lantaran gw bru bisa naek speda kelas 5 sd (hah... apa hubungannya????) jadinya agak susah juga.. cuma demi bini gw ya gw turutin... sebenernya bukan gw turutin juga.. gw dalam diri gw juga maw jadi dewasa, jadi oraang gede yang cool, cuma setau gw itu yach gw taw orang bakal ketwa begitu gw nulis tulisan ini........

”Menjadi tua adalah alami, menjadi dewasa adalah pilihan”.

Setiap hari kita bisa berjumpa dengan orang yang dari segi usia sudah bisa dikategorikan tua tetapi dari segi kepribadian, tingkah laku, cara bereaksi terhadap masalah masih seperti kanak-kanak atau belum dewasa. Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah kehidupan yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.tidak selamanya yang baik menurut manusia itu benar dihadapan Tuhan, tetapi apa yang benar menurut Firman sudah pasti baik bagi kita. Berjuta-juta orang yang menjadi pengikut sejati dari Yesus yang memilih menjalani kehidupan seturut dengan kebenaran Firman Tuhan (dipimpin Roh Kudus) telah mencapai kedewasaan rohani (di-dewasakan secara rohani). Pengikut sejati tidak, hanya sampai menerima Yesus (Isa Almasih) sebagai Tuhan dan Juruselamat, pengikut sejati Yesus harus mau menyangkal diri tiap hari (melawan keinginan daging), memikul salib (rela ikut menderita demi kebenaran dan keadilan). Orang-orang yang dewasa secara rohani mampu menghasilkan buah-buah Roh dalam kehidupannya dan menjadi berkat bagi banyak orang. Jiwa-jiwa dan roh kita yang kekal ini hanya dapat mencapai kedewasaan sejati melalui Firman Tuhan yang kekal. Langkah awal yang bijak adalah dengan rajin membaca Alkitab, merenungkannya dan melakukan kebenaran Firman setiap hari. Ini adalah jalan menuju kedewasaan rohani, iman yang teguh, dan keselamatan hidup kekal.Pemahaman yang baik akan Firman Tuhan dari hasil perenungan akan membantu kita menghasilkan buah-buah Roh selama kita hidup di dunia yang fana ini dan menghantar kita sukses sampai ke kehidupan kekal di surga kelak.

Doa: Ya.....Roh Kudus tolonglah kami untuk untuk mengerti kehendak Bapa dalam hidup kami ...setiap kali kami membaca dan merenungkan Alkitab...agar apa yang menjadi kehendak Bapa itulah yang menjadi kehendak kami juga....Amin.

Pernah ngebayang ga sih, kok kita bisa ada di dunia? qta lahir, tumbuh jadi kanak-kanak, remaja, dewasa, menikah, jadi orang tua dan nenek2/ato kakek2. Pada akhirnya qta meninggalkan dunia ini alias mati..

Manusia mengejar apa yang diimpikannya. Menjadi dokter, model, pengacara, angkatan bersenjata. Tapi benarkah tujuan hidup manusia memang ditentukan oleh dirinya sendiri???

Pernahkah bertemu dengan orang yang sampai pada puncak kesuksesan, punya kuasa, kaya, mendapatkan segala yang dia inginkan. Nah, orang itu sudah ada sejak zaman dulu, yaitu raja Salomo. Segala hal ia miliki. bahkan istrinya 1000!!! Punya banyak harta, punya hikmat, punya kuasa, tampan, kekuatan perang hebat, punya banyak sekali kuda perang. Wah, apa sih yang ga bisa di dapat salomo?

Tapi tahu ga, apa yang dikatakan salomo dimasa tuanya? Semuanya sia-sia...kesia-siaan diatas kesia-siaan. Akhirnya salomo menyadari, segala hal yang coba ia raih, namun semua sia-sia. apa yang dikerjakan manusia dibawah matahari adalah sia-sia. Manusia hidup tanpa Allah adalah kesia-siaan. pada akhirnya nasib semua manusia sama. yaitu mati. Oleh sebab itu, salomo berkata pada akhirnya: "takutlah akan Tuhan dan berpeganglah pada perintah2nya, karena Tuhan akan membawa qta ke pengadilan yang berlaku tersembunyi mupun tidak." Kalau pada akhirnya manusia mati, apa yang dikejarnya semua hilang lenyap ga berguna. yang harus dihadapi selanjutnya ialah tahta pengadilan Tuhan. apa yang kita lakukan selama didunia akan diadili oeh Tuhan. oleh sebab itu, yang perlu dalam hidup adalah takutlah akan Tuhan dan berpegang pada perintahnya.


namun dewasa dapat diukur dari, bagaimana seseorang menyikapi suatu masalah,dan bagaimana seseorang dapat mengambil pelajaran dari masalah itu.
selain itu dewasa dapat dilihat dari cara berpikir seseorang,sikap berjiwa besar, dan open mind.

Dewasa bukan berarti menjadi seorang cowok atau cewek yang gaul, perokok, minum, punya cewek, playboy, playgirl, punya cowok, sombong, tapi tidak mampu menyelesaikan masalah secara objectif dan tidak berjiwa besar.

Dalam hidup ini, entah disadari atau tidak sesungguhnya kita mengalami sebuah proses belajar yang panjang, sejak kita dilahirkan proses itu dimulai, kita menjadi murid, sedang proses itu sendiri menjadi guru. melewati masalah demi masalah, dilewati atau kadang terlewati. dari sekian banyak masalah itu timbul sebuah pengalaman berharga, setidaknya ada yang bisa dipetik sebagai pelajaran, baik itu pelajaran baik maupun pahit.

Ketika mengalami sebuah kegagalan pun sesungguhnya kita sedang ditempa untuk lebih berani dan berhati-hati menghadapi tantangan dan peluang. keberanian dan kehati-hatian seperti gas dan rem pada sebuah mobil, jika tidak berimbang menggunakannya pasti terjadi ketidak harmonian.

Digambarkan dalam sebuah kisah, seorang olahragawan sedang ditepi jalan, ia melakukan sedikit peregangan dgn meluruskan tubuh dan tangannya bertumpu pada sebuah mobil, mobil itu berada pada tepian jurang. gerakannya seperti hendak mendorong mobil, padahal sesungguhnya ia hanya sedang melakukan gerak peregangan tubuh.
disisi lain, seorang pengendara melihat olahragawan tadi, ia berhenti dan turun dari mobil, lalu berdiri disisi olahragawan, kemudian mendorong mobil itu kuat-kuat... mobil pun meluncur ketepi jurang.

Dari sisi sang supir, menurut pengamatan singkatnya dan pengalamannya, gerakan olahragawan itu adalah gerakan orang yg ingin mendorong mobil. dengan rasa empati yg dia punya, ia berusaha membantunya dgn ikut mendorong.
tiada yang salah dari 2 hal ini, tapi jika saja, supir ini berusaha lebih memahami apa yg tengah dikerjakan oleh olahragawan tadi, tentu kejadian itu tidak terjadi.

Kita pun seringkali terlibat masalah dgn orang lain, cekcok, bermusuhan, dls karena kita melihat masalah dari satu sisi saja, tidak berusaha melihat dari sisi lawan kita... (bahkan kadang tidak mau tau dgn kondisinya).

Justru kita semakin dewasa manakala kita berusaha memahami, mempelajari, dan mengerti apa yg menjadi persoalan orang lain, memandang persoalan dari sisinya, bukan dari sisi kita, yang sering kali menyebabkan penilaian yang subjektif.

Pada akhirnya, jika kita mampu menyelami perasaan orang lain, memahami nya, .. hampir dipastikan masalah dapat di eliminir, dapat di minimalisir dan hidup pun menjadi lebih indah.

thanx me.......

Tidak ada komentar: